Jakarta Selatan 24 Jam – Sebanyak tujuh aksi unjuk rasa digelar di wilayah Jakarta Pusat pada Selasa (2/9/2025). Aksi tersebut tidak hanya merupakan bentuk solidaritas atas tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan, tetapi juga membawa beragam aspirasi dari sejumlah kelompok masyarakat dengan isu berbeda.
Rangkaian aksi diperkirakan memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah titik strategis, khususnya kawasan Monas, Gambir, Tanah Abang, dan Senen. Pihak kepolisian pun telah menyiapkan strategi pengamanan untuk memastikan jalannya aksi berlangsung tertib dan kondusif.
“Di wilayah Jakarta Pusat, sebanyak 885 personel telah dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki. Selain itu, ribuan aparat kepolisian juga disiagakan di kawasan DPR RI. “Di DPR ada 6.148 personel yang kami siagakan, meskipun hingga saat ini belum ada laporan akan adanya aksi di sana,” tambahnya.
Baca Juga : Tim Advokasi Dorong Pengawasan Kejari Jaksel Terkait Kasus Silfester
Unjuk rasa hari ini menyebar di berbagai lokasi. Berikut daftar lengkap agenda aksi yang berlangsung di Jakarta Pusat:
1. Kawasan Monas
Empat kelompok massa menggelar aksi di sekitar Silang Selatan Monas dengan tema dan tuntutan yang berbeda.
-
Pukul 10.00 WIB, Komunitas Ojek Online Mahasiswa Indonesia (KOMI) menyuarakan protes atas tindakan represif yang diduga dilakukan aparat Brimob terhadap pengemudi ojol.
-
Pukul 10.00 WIB, Aliansi Rakyat Peduli Energi (ARPE) menuntut pembentukan tim investigasi independen terkait kontrak antara Pertamina dan Adaro yang dianggap merugikan negara.
-
Pukul 13.00 WIB, Forum Ketua DPW Partai Berkarya menyoroti dugaan mal administrasi di Kementerian Hukum dan HAM terkait lambatnya pengesahan kepengurusan hasil Munas I Partai Berkarya.
-
Pukul 14.00 WIB, Aliansi Taktis Aksi 177 URC Bergerak mengadakan konvoi damai bertajuk “Ojol Tebar Sejuta Mawar Kebaikan untuk TNI, Polri, dan Masyarakat.” Massa berjumlah sekitar 300 orang akan melintasi rute Silang Selatan Monas – Mako Brimob Kwitang Senen – Mapolres Jakarta Pusat Kemayoran – Kodim 0501 Jakarta Pusat.
2. Lembaga Negara dan Kantor Pemerintahan
Selain Monas, sejumlah kelompok masyarakat juga menggelar aksi di depan kantor-kantor lembaga negara serta instansi pemerintah.
-
Pukul 10.00 WIB, Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Pusat berunjuk rasa di depan Bank Indonesia, Gambir, menuntut transparansi terkait dugaan skandal dana CSR serta menyoroti peran Gubernur BI.
-
Pada waktu yang sama, kelompok massa lainnya mendatangi Kantor Kemendikti Saintek, Senayan, memprotes kinerja tim audit Itjen Kemendikti yang dinilai tidak profesional dalam menangani kasus ijazah ilegal tahun 2022.
-
Di depan Kantor PT Pegadaian, Senen, pukul 10.00 WIB, Aliansi Rakyat Peduli BUMN menuntut investigasi terhadap Dirut PT Pegadaian atas dugaan pembobolan kredit mikro fiktif di Cabang Syariah Karina Batam.
Dengan beragam isu yang diangkat, aparat kepolisian memprediksi titik kumpul massa akan tersebar di beberapa lokasi berbeda. Pola pengamanan disiapkan dengan pendekatan persuasif agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan tanpa mengganggu keamanan umum.
Kehadiran ribuan aparat di sejumlah titik vital juga diharapkan mampu mencegah potensi gesekan antar kelompok maupun dengan pengguna jalan. Polda Metro Jaya telah mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan terdampak aksi dan memilih jalur alternatif guna mengurangi kemacetan.
Di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat mengingatkan agar aksi dilakukan secara damai, mengingat Jakarta masih dalam tahap pemulihan pascademo besar yang sempat menimbulkan kerugian beberapa waktu lalu. Kehadiran kelompok massa dari latar belakang berbeda ini menjadi sorotan publik, terutama dalam hal bagaimana aparat dan peserta aksi dapat menjaga kondusivitas ibu kota.
Jika berjalan tertib, rangkaian aksi ini dapat menjadi simbol demokrasi yang sehat. Namun, bila tidak terkendali, dampaknya bukan hanya pada ketertiban umum, tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta Pusat yang sangat bergantung pada kelancaran lalu lintas dan keamanan kawasan pusat bisnis serta pemerintahan.












