Indosat Indosat Indosat

Polisi bekuk dua pengedar narkoba di Jaksel

Indosat

Polisi bekuk dua pengedar narkoba di Jaksel

Jakarta Selatan 24 Jam— Kepolisian membekuk dua pria terduga pengedar narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (narkoba) berinisial AA dan A di wilayah Jagakarsa dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel). Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengatakan penangkapan dilakukan pada Kamis (18/9), setelah adanya laporan masyarakat. “Dari hasil penyidikan, ada dua tempat ditemukan barang tersebut dan disalahgunakan, dalam artian dijual tanpa izin,” ujar Murodih di Jakarta, Kamis.

Indosat

Menurutnya, target penjualan narkoba itu bervariasi, mulai dari anak sekolah hingga orang dewasa. Namun saat polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), tidak terlihat adanya transaksi jual beli. Meski begitu, sejumlah barang bukti berhasil diamankan. “Memang informasi dari masyarakat itu diperjualbelikan. Namun pada saat kita datang ke TKP, tidak kita temukan aktivitas transaksi. Tetapi ada barang yang kita dapatkan,” jelasnya.

Murodih menambahkan, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut agar bukti-bukti lebih kuat dan dapat menjerat pelaku sebagai tersangka.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Prasetyo Noegroho, menegaskan bahwa pihaknya gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba di berbagai wilayah. “Kami terus menggencarkan sosialisasi terkait bahaya narkoba, salah satunya di Kampung Tangguh, Pondok Labu, Cilandak,” kata Prasetyo.

Baca Juga : Dalam Operasi Penggeledahan, Kejagung Ungkap Dokumen Kunci Dugaan Korupsi Rp5,2 T Saka Energi

Sosialisasi tersebut juga menyasar mahasiswa Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Fatmawati, Pondok Labu, Cilandak, sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Jakarta menjadi salah satu episentrum peredaran narkoba dengan prevalensi penyalahguna mencapai 3,3 persen atau sekitar 132 ribu jiwa hingga awal 2025. Tercatat ada 112 kawasan rawan narkoba di DKI Jakarta.

Sebagai bentuk penanganan, BNN Provinsi DKI Jakarta saat ini mengoperasikan empat klinik rehabilitasi yang telah memberikan layanan kepada lebih dari 1.150 penyalahguna narkoba. BNN juga mencatat bahwa faktor kemiskinan kerap dimanfaatkan para bandar untuk merekrut dan memperluas jaringan peredaran narkoba.

Kasus ini menegaskan bahwa kerja sama masyarakat dengan aparat penegak hukum sangat penting dalam memutus rantai distribusi narkoba di ibu kota. Kepolisian mengimbau warga untuk tidak segan melaporkan aktivitas mencurigakan agar upaya pemberantasan narkoba bisa lebih efektif.

Indosat