Jakarta Selatan 24 Jam — Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi adanya dugaan keracunan yang dialami tiga siswa sekolah dasar di kawasan Jakarta Selatan setelah mengonsumsi Menu Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (25/9/2025). Ketiga siswa tersebut sempat mengalami gejala mual dan pusing sehingga harus mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat.
Menurut keterangan resmi BGN, kondisi para siswa saat ini sudah membaik. “Alhamdulillah, ketiga anak yang sempat dirawat telah pulih dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” kata perwakilan BGN dalam siaran persnya.
Pihak BGN menegaskan bahwa program MBG tetap dijalankan dengan pengawasan ketat. Setiap menu yang disajikan telah melalui proses pengecekan standar gizi dan keamanan pangan. Meski demikian, lembaga tersebut mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi kasus serupa di kemudian hari.
Kasus ini mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang langsung menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan, air minum, serta lingkungan sekolah tempat siswa tersebut belajar. Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat memberikan kepastian apakah gejala yang dialami memang murni disebabkan oleh makanan atau ada faktor lain seperti kondisi fisik anak.
Orang tua siswa yang sempat panik kini merasa lega setelah anak-anak mereka dinyatakan stabil. “Kami berharap pemerintah terus meningkatkan pengawasan makanan gratis ini, karena programnya sangat membantu kami para orang tua,” ujar salah satu wali murid.
Baca Juga : Langkah Besar Kejagung: Periksa 20 Saksi Kasus Korupsi Akuisisi PT Saka Energi
Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Hingga kini, ribuan siswa di Jakarta dan kota lainnya sudah merasakan manfaatnya. Namun, insiden di Jakarta Selatan menjadi pengingat bahwa aspek higienitas dan distribusi makanan tetap harus menjadi prioritas utama.












