Tragedi di Balik Dinding Spa Mewah: Polisi Dalami Rekrutmen Terapis Usai Kematian Misterius di Jaksel
Jakarta Selatan 24 Jam– Dunia kecantikan dan relaksasi di sebuah spa mewah Jakarta Selatan berubah menjadi lorong gelap penyelidikan kriminal. Penyebabnya adalah penemuan jenazah Siti Auliya Zanura Rifaatul Islam (20), terapis spa yang baru sebulan bekerja, dalam kondisi tak bernyawa di belakang Gedung TIKI Pejaten Barat, Pasar Minggu.
Dugaan Pelanggaran Proses Rekrutmen
Penyelidikan kepolisian kini mengerucut pada proses rekrutmen tempat korban bekerja. Polisi mengindikasikan adanya pelanggaran aturan dalam proses penerimaan terapis yang diduga menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang berakhir tragis.
“Kami sedang mendalami proses rekrutmen di tempat korban bekerja. Ada indikasi yang menabrak aturan,” ungkap AKBP Syahdul Nasution, Kabid Humas Polda Metro Jaya, dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Atmosfer Mencekam di Hari Kedua DBL South Jakarta, Enam Laga Penuh Kejutan
Meski tidak merinci secara spesifik bentuk pelanggaran yang dimaksud, sumber terpisah menyebutkan bahwa penyidik sedang memeriksa kelengkapan dokumen perekrutan, proses seleksi, serta kesesuaian dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Manajer Diperiksa, Perekrut Minta Penundaan
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah memanggil manajer spa tempat Auliya bekerja untuk dimintai keterangan. Posisi manajer dianggap krusial karena memahami operasional sehari-hari dan proses rekrutmen di tempat tersebut.
“Saat ini kami telah memeriksa manajer dari spa tempat korban bekerja,” jelas Nasution.
Sementara itu, pihak yang bertanggung jawab dalam proses perekrutan Auliya dikabarkan meminta penundaan untuk memenuhi panggilan penyidik. Polisi memberikan kesempatan namun menegaskan akan tetap memproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Kronologi Singkat Karier Auliya
Auliya tercatat hanya menjalani profesi sebagai terapis spa selama satu bulan sebelum akhirnya ditemukan meninggal. Rentang waktu yang singkat ini menjadi perhatian khusus penyidik untuk mengungkap apakah ada hubungan antara masa kerja yang pendek dengan kematiannya.
Temuan jenazah di belakang Gedung TIKI Pejaten Barat menambah misteri kasus ini. Lokasi tersebut bukan area spa tempat Auliya bekerja, melimbulkan pertanyaan tentang apa yang dialami korban sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.
Industri Spa dan Perlindungan Pekerja
Tragedi Auliya menyoroti praktik rekrutmen dan perlindungan pekerja di industri spa dan kecantikan yang marak di ibu kota. Pakar ketenagakerjaan, Dr. Rina Mahdiana, mengungkapkan keprihatinannya.
“Industri spa dan kecantikan seringkali memiliki mekanisme rekrutmen yang tidak transparan. Banyak yang tidak memenuhi standar perlindungan pekerja, terutama untuk terapis muda,” ujarnya.
Ia mendesak pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap proses rekrutmen dan kondisi kerja di industri tersebut, termasuk memastikan adanya perjanjian kerja yang jelas, pelatihan yang memadai, serta perlindungan keselamatan kerja.
Respons Asosiasi Profesi
Ketua Asosiasi Spa dan Kecantikan Indonesia, Maria Endang, menyatakan bahwa organisasinya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk membantu penyelidikan.
“Kami sangat menyesalkan insiden ini. Asosiasi memiliki standar operasional prosedur yang jelas untuk rekrutmen dan pelatihan terapis. Kami akan audit anggota untuk memastikan kepatuhan,” tegas Maria.
Ia menambahkan bahwa asosiasi akan memberikan pendampingan hukum jika terbukti ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya.












