Jakarta Selatan 24 Jam — Program makan bergizi gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah kembali menjadi sorotan setelah tiga siswa di kawasan Jakarta Selatan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu yang disediakan di sekolah. Ketiganya sempat dilarikan ke puskesmas setempat, namun kini dilaporkan dalam kondisi stabil dan mulai pulih.
Pihak Badan Gizi Nasional menyampaikan bahwa ketiga siswa tersebut mengalami gejala ringan, seperti mual, pusing, dan lemas, tak lama setelah menyantap menu makan siang pada Kamis (25/9/2025). Petugas kesehatan sekolah yang sigap langsung mengevakuasi para siswa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan awal. “Ketiganya kini sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Tidak ada kondisi berat yang ditemukan,” ujar salah satu pejabat BGN dalam keterangan resminya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan gizi anak sekolah dan menekan angka stunting. Pemerintah sebelumnya memastikan bahwa menu yang disajikan sudah melalui proses pemeriksaan dan pengawasan ketat dari berbagai lembaga terkait, termasuk BGN dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Namun, insiden ini memunculkan pertanyaan baru mengenai pengawasan di lapangan, khususnya terkait proses distribusi dan penyimpanan makanan.
Baca Juga : Jakarta Uji Coba Ragunan Malam, PSI Ingatkan Potensi Beban APBD 2026
Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama pihak kepolisian kini tengah melakukan investigasi terhadap sumber makanan yang dikonsumsi ketiga siswa tersebut. Tim gabungan juga mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium, guna memastikan apakah penyebab keracunan berasal dari makanan atau faktor lain. “Kami tidak ingin berspekulasi, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar tindakan selanjutnya,” kata seorang pejabat Dinkes DKI Jakarta.
Selain pemeriksaan terhadap menu makanan, pemerintah daerah juga melakukan evaluasi terhadap penyedia katering dan sekolah pelaksana program. Pengawasan diharapkan dapat diperketat, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga penyajian kepada siswa. Hal ini dilakukan agar kasus serupa tidak terulang dan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tetap terjaga.
Program MBG yang menyasar jutaan siswa sekolah dasar dan menengah di berbagai wilayah Indonesia merupakan salah satu program unggulan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, kejadian seperti di Jaksel ini menjadi pelajaran penting untuk memperkuat sistem pengawasan terpadu dan memastikan setiap anak menerima makanan bergizi yang aman dikonsumsi.
Pemerintah memastikan penanganan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Selain itu, tim medis juga akan terus memantau kondisi ketiga siswa tersebut serta melakukan sosialisasi ulang kepada sekolah dan penyedia makanan mengenai pentingnya standar keamanan pangan. Kasus ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG secara menyeluruh.












