Dari TikTok ke Tragedi: Misteri Kematian Terapis ABG di Jaksel dan Bayar Gelap Industri Spa
Jakarta Selatan 24 Jam– Jakarta diguncang oleh sebuah kasus yang menyayat hati sekaligus membuka tabir kelam di balik dunia kerja informal yang dimoderasi oleh teknologi. Seorang remaja belia, RTA (14), ditemukan tewas di sebuah lahan kosong di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia bukan korban kecelakaan atau sakit biasa, melainkan seorang terapis di Delta Spa yang hidupnya berakhir tragis. Yang lebih mencengangkan, jalan yang membawanya ke tempat kerjanya yang terakhir itu bermula dari sebuah aplikasi yang akrab di gawai anak muda: TikTok.
Lowongan di Layar, Petaka di Balik Pintu
Polisi melalui Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu, mengungkapkan fakta baru yang memperlihatkan betapa rentannya remaja terhadap eksploitasi di dunia digital. RTA, yang seharusnya masih menikmati masa-masa sekolah, justru mencari nafkah. Ia mendapatkan informasi lowongan kerja (loker) sebagai terapis di Delta Spa melalui media sosial TikTok.
“Sejauh ini kami baru dapat satu informasi yaitu dari kakaknya ya, dari kakaknya itu sebagai pelapor juga bahwa korban ini mendapatkan informasi terkait pekerjaan itu dari TikTok,” kata Citra seperti dilansir pada Selasa (14/10/2025).
Baca Juga: Dunia Kecantikan dan Spa Dicoreng Tragedi: Polisi Selidiki Ilegalitas Rekrutmen Terapis
Fakta ini menjadi titik tolak yang kritis. Platform seperti TikTok, yang dirancang untuk hiburan dan kreativitas berusia pendek, telah menjadi saluran rekrutmen untuk industri yang samar. Iklan lowongan kerja di platform semacam itu seringkali minim verifikasi, mudah diakses oleh siapapun, termasuk anak di bawah umur, tanpa mekanisme penyaringan yang memadai. Algoritma yang mendorong konten berdasarkan minat bisa saja menyajikan iklan lowongan spa kepada seorang ABG, tanpa mempertimbangkan risiko dan legalitas di baliknya.
Identitas Palsu dan Bayang-Bayang Eksploitasi Anak
Sebuah lapisan misteri lain terungkap menyangkut identitas RTA. Polisi mengaku masih mendalami keaslian dokumen yang digunakan korban. Sebuah KTP telah diamankan dari korban dan akan menjadi barang bukti kunci.
“Kita kan sedang koordinasi sama Dukcapil di Indramayu. Nanti, minggu ini kan kita undang, nanti kita akan pastikan terkait identitas yang dia gunakan itu identitas palsu atau identitas keluarganya kah atau temannya, nanti kita akan pastikan,” tutur Citra.
Praktik penggunaan identitas palsu adalah hal yang kronis dalam industri yang mempekerjakan anak di bawah umur. Ini bukan sekedar pelanggaran administratif, melainkan pintu gerbang eksploitasi. Dengan identitas palsu, hak-hak dasar pekerja—seperti jaminan kesehatan, keselamatan kerja, dan upah yang layak—dengan mudah diabaikan. Sang manajer Delta Spa telah membenarkan bahwa RTA adalah karyawan mereka, yang memunculkan pertanyaan besar: seberapa ketat proses verifikasi latar belakang dan usia yang dilakukan oleh perusahaan tersebut? Apakah mereka tutup mata, atau bahkan sengaja memanfaatkan kerentanan tenaga kerja muda dan murah?
Sistem Denda: Jerat Modern Perbudakan Utang?
Pengungkapan yang tak kalah mengkhawatirkan adalah investigasi polisi terhadap kabar adanya sistem denda bagi pekerja yang ingin keluar dari Delta Spa. Informasi ini didapat dari pihak keluarga, yang mungkin mendengarnya dari korban sebelum meninggal.
Sistem denda (bonded labor) adalah bentuk praktik pemerasan modern. Seorang pekerja yang ingin mengundurkan diri dikenakan potongan gaji yang besar atau denda yang tidak masuk akal, membuat mereka terperangkap dalam siklus utang yang mustahil dilunasi. Mereka secara efektif kehilangan kebebasan untuk berhenti. Jika kabar ini benar, maka RTA bukan hanya korban dari sebuah kejahatan yang menyebabkan kematiannya, tetapi juga mungkin korban dari sistem kerja paksa yang membuatnya tidak bisa kabur dari lingkungan yang berpotensi berbahaya.












