Misteri Kematian Terapis Wanita di Lahan Kosong Pejaten Barat: Polisi Periksa 15 Saksi dan Tunggu Hasil Autopsi
Jakarta Selatan 24 Jam — Kasus kematian seorang terapis wanita berinisial RTA yang ditemukan tak bernyawa di sebuah lahan kosong di kawasan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang terjadi pada Kamis (2/10/2025).
Jasad RTA ditemukan di lahan kosong yang terletak di belakang gedung TIKI, Jalan H. Tutty Alawiyah. Temuan tersebut sontak menggegerkan warga sekitar karena lokasi penemuan relatif ramai dan dekat dengan pemukiman serta jalan utama.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, mengungkapkan bahwa tim penyidik saat ini masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik untuk menentukan penyebab pasti kematian korban. Dari pemeriksaan awal, belum ada tanda-tanda pasti apakah korban meninggal akibat tindak kekerasan atau sebab lainnya.
“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan autopsi. Sudah ada 15 saksi yang kita periksa, tetapi penyebab kematian belum bisa dipastikan. Kami harus menunggu hasil dari tim forensik,” ujar Ardian saat dihubungi wartawan, Selasa (7/10/2025).
Pemeriksaan saksi-saksi tersebut mencakup rekan kerja korban, warga sekitar lokasi penemuan, serta pihak manajemen tempat korban bekerja. Salah satu yang turut dimintai keterangan adalah manajer spa atau tempat refleksi tempat RTA bekerja sebelum kejadian.
“Manager sudah kita periksa. Motif korban keluar dari mess masih kita dalami. Ada beberapa keterangan yang perlu kita cocokkan,” tambah Ardian.
Hingga kini, polisi belum menemukan rekaman CCTV yang dapat membantu mengungkap kronologi kejadian. Hal ini menjadi salah satu tantangan utama dalam proses penyidikan karena kawasan lahan kosong tempat korban ditemukan tidak memiliki sistem pengawasan kamera yang memadai. Penyidik juga tengah memetakan kemungkinan rute terakhir yang dilalui korban sebelum meninggal dunia.
Menurut informasi awal, korban diketahui keluar dari mess tempat tinggalnya seorang diri beberapa jam sebelum ditemukan tewas. Namun, alasan mengapa RTA meninggalkan mess pada malam itu belum dapat dipastikan. Polisi masih mendalami kesaksian dari rekan kerja dan pihak manajemen.
“Kami belum mengetahui secara pasti mengapa korban keluar dari mess. Keterangan yang diberikan oleh saksi masih perlu kita lengkapi untuk mendapatkan gambaran jelas,” jelas Ardian.
Selain itu, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Tim Inafis mengumpulkan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi penemuan, termasuk pakaian dan barang pribadi korban. Barang-barang tersebut kini sedang diperiksa di laboratorium forensik untuk memastikan apakah terdapat jejak atau petunjuk yang mengarah pada pelaku atau penyebab kematian.
Kasus ini menyita perhatian publik karena lokasi penemuan jenazah berada di area yang cukup terbuka dan tidak jauh dari kawasan padat penduduk. Warga sekitar mengaku terkejut dan khawatir, sebab sebelumnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan di sekitar lahan kosong tersebut.
Sementara itu, kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi atau sempat melihat korban pada malam kejadian untuk melapor. Penyidikan dipastikan akan terus berlanjut hingga penyebab kematian RTA dapat diungkap secara terang-benderang.
“Kami akan maksimalkan penyelidikan dan terus menggali keterangan saksi-saksi tambahan. Begitu hasil autopsi keluar, kita akan lakukan gelar perkara,” pungkas Ardian.
Kasus kematian misterius RTA ini kini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan kriminal di Jakarta Selatan. Hasil autopsi dan temuan lanjutan dari penyidik diharapkan dapat menjawab misteri di balik kematian sang terapis.












