Jakarta Selatan 24 Jam — Sejumlah layanan bus milik PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta mengalami gangguan operasional pada Jumat (17/10/2025) akibat kepadatan arus lalu lintas di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Kepadatan tersebut berdampak langsung terhadap keterlambatan kedatangan armada di beberapa koridor utama serta rute pengumpan (non-BRT).
Kepala Departemen Humas & CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa keterlambatan ini bukan hanya dipicu oleh volume kendaraan yang meningkat, tetapi juga karena adanya aksi penyampaian pendapat di depan Kantor Trans7, yang berlokasi tidak jauh dari simpang Pancoran — salah satu titik lalu lintas tersibuk di ibu kota.
“Sejumlah layanan Transjakarta mengalami keterlambatan kedatangan (headway lebih lama) karena kepadatan lalu lintas di Pancoran dan juga karena adanya aksi penyampaian pendapat di depan Kantor Trans7,” ujar Ayu dalam keterangan resminya di Jakarta.
📍 Koridor dan Rute yang Terdampak
Keterlambatan paling signifikan terjadi pada dua koridor utama, yaitu:
-
Koridor 9: Pinang Ranti – Pluit
-
Koridor 13: Tegal Mampang – Puri Beta
Dua jalur tersebut merupakan salah satu rute tulang punggung jaringan Transjakarta karena menghubungkan kawasan padat penumpang dari selatan ke pusat kota dan sebaliknya. Gangguan di titik-titik strategis seperti Pancoran sering kali berdampak domino ke berbagai rute lainnya.
Tak hanya koridor utama, sejumlah rute non-BRT turut mengalami imbas kepadatan. Rute-rute tersebut di antaranya:
-
9A (Cililitan – Grogol)
-
9C (Pinang Ranti – Bundaran Senayan)
-
9D (Pasar Minggu – Tanah Abang)
-
6U (Blok M – Pasar Minggu)
-
6V (Ragunan – Senayan Bang DKI)
-
7B (Kampung Rambutan – Blok M)
-
7Q (Blok M – PGC)
-
5N (Kampung Melayu – Ragunan)
-
4K (Pulo Gadung – Kejaksaan Agung)
-
13B (Puri Beta – Pancoran Barat)
-
L13E (Puri Beta – Flyover Kuningan)
-
P11 (Bogor – Blok M)
Menurut Ayu, keterlambatan ini membuat jarak waktu antarbus (headway) menjadi lebih lama dari biasanya. Dalam kondisi normal, headway di koridor utama dapat mencapai 3–5 menit pada jam sibuk. Namun, saat ini waktu tunggu penumpang meningkat secara signifikan.
🚦 Faktor Pemicu: Demonstrasi & Lonjakan Lalu Lintas
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sejak pagi hari, arus kendaraan di kawasan Pancoran mengalami penumpukan dari arah Cawang, Mampang, dan MT Haryono. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya aksi unjuk rasa oleh kelompok masyarakat di depan Kantor Trans7 yang membuat satu lajur jalan tertutup. Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan telah mengalihkan beberapa arus kendaraan, namun volume lalu lintas tetap tinggi.
Kepadatan tersebut membuat banyak armada bus Transjakarta mengalami perlambatan saat melintas, terutama di titik-titik persimpangan. Akibatnya, jadwal kedatangan bus ke halte menjadi tidak sesuai dengan waktu yang telah diperkirakan.
🚌 Imbauan Transjakarta kepada Penumpang
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, pihak Transjakarta mengimbau seluruh pengguna layanan untuk memperhatikan perubahan jadwal perjalanan mereka. Penumpang disarankan mempertimbangkan rute alternatif, melakukan perjalanan lebih awal, atau memanfaatkan moda transportasi pendukung lainnya bila memungkinkan.
“Kami mohon pelanggan dapat menyesuaikan jadwal perjalanan dan mencari rute alternatif jika memungkinkan. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat situasi ini,” lanjut Ayu Wardhani.
🛠️ Langkah Mitigasi
Transjakarta juga mengerahkan tim pengendali operasi lapangan untuk mengatur pergerakan armada di koridor terdampak. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan bus pada satu titik tertentu yang dapat memperparah keterlambatan. Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan aparat kepolisian untuk mempercepat kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi demonstrasi.
“Begitu arus lalu lintas kembali normal, kami akan segera menormalkan headway dan mempercepat rotasi armada untuk meminimalkan dampak kepada pelanggan,” tambah Ayu.
📊 Dampak Lebih Luas
Gangguan operasional Transjakarta ini juga berdampak terhadap penumpukan penumpang di beberapa halte besar seperti Pancoran Barat, Grogol, Blok M, dan Bundaran Senayan. Di beberapa titik, antrean penumpang mengular hingga ke luar area halte, terutama pada jam pulang kerja.
Selain itu, keterlambatan juga berpotensi mengganggu konektivitas dengan moda transportasi lain seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan kereta komuter.
Dengan kondisi lalu lintas Jakarta yang sering tidak terduga, Transjakarta mengimbau para pengguna untuk selalu memperbarui informasi perjalanan melalui aplikasi resmi dan kanal media sosial mereka. Pengguna juga disarankan untuk memperhitungkan waktu tambahan ketika bepergian terutama saat jam sibuk atau ketika ada kegiatan massa di jalan raya.












