Indosat Indosat Indosat

Fakta Terbaru, Terapis Tewas di Pejaten Pasar Minggu Jaksel Pakai Identitas Palsu saat Melamar Kerja

Indosat

Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Terapis Remaja di Pejaten Barat

Terungkap Ternyata Terapis ABG Delta Spa yang Tewas di Pejaten Lamar Kerja  Pakai KTP Berbeda, Punya

Jakarta Selatan 24 Jam – Kepolisian mengungkap fakta baru dalam kasus kematian seorang terapis wanita berinisial RTA, yang jasadnya ditemukan di lahan kosong belakang gedung ekspedisi TIKI, Jalan H. Tutty Alawiyah, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/10/2025). Penyelidikan terbaru menunjukkan bahwa korban menggunakan identitas palsu milik kakaknya saat melamar pekerjaan, sehingga usia yang tercatat bukan 14 tahun, melainkan 21 tahun.

Indosat

“Kami sampaikan di sini bahwa memang dari barang bukti yang dapat kami amankan sampai saat ini, dia (RTA) pada saat mendaftar itu diduga menggunakan identitas palsu,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ari Lilipaly, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Menurut polisi, penggunaan identitas palsu tersebut diduga dilakukan agar RTA dapat diterima bekerja di tempat pijat atau salon terapi dewasa. Hal ini menjadi salah satu fokus penyelidikan karena menyangkut aspek perlindungan anak serta pengawasan ketenagakerjaan informal.


Keluarga Korban Diperiksa

Untuk menelusuri lebih jauh asal-usul identitas yang digunakan, polisi melakukan pemeriksaan terhadap pihak keluarga korban. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan apakah penggunaan identitas itu dilakukan atas inisiatif korban sendiri atau melibatkan pihak lain.

“Nah ini masih kami melakukan pendalaman-pendalaman lanjutan. Terkait dengan hal itu juga kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban,” kata Kombes Nicolas.

Selain keluarga, penyidik juga akan memanggil pemilik dan pengelola tempat kerja tempat korban melamar, guna mendalami proses rekrutmen yang memungkinkan remaja di bawah umur bisa diterima bekerja dengan mudah.


Kronologi Penemuan Jasad Korban

Kasus ini bermula saat warga setempat menemukan jasad seorang perempuan muda di lahan kosong belakang gedung TIKI, Kamis (2/10) pagi. Warga kemudian melapor ke kepolisian. Petugas Polres Metro Jakarta Selatan bersama tim identifikasi segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Igo Fazar Akbar, mengatakan hasil pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa korban diduga melompat dari lantai lima salah satu ruko di kawasan tersebut.

“Dugaan sementara seperti itu. Tapi kita masih memeriksa para saksi yang ada di TKP, baik saksi-saksi yang menemukan korban pertama kali sampai dengan saksi-saksi yang ada di sekitaran korban,” kata Igo kepada wartawan, Jumat (3/10).

Jasad korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum et repertum dan autopsi, guna memastikan penyebab pasti kematian.


Penyidikan Masih Berlanjut

Hingga kini, polisi belum menetapkan adanya unsur pidana dalam kasus ini. Namun penyidik menekankan bahwa ada dua aspek penting yang sedang didalami, yakni penyebab kematian korban serta penggunaan identitas palsu dalam proses rekrutmen kerja.

“Kami akan telusuri semua kemungkinan. Mulai dari proses korban bisa diterima kerja dengan identitas kakaknya, hingga apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan tewas,” ujar Nicolas.

Kasus ini juga mendapat perhatian publik karena menyoroti maraknya praktik rekrutmen pekerja di sektor informal tanpa verifikasi ketat. Pemerintah daerah dan aparat disebut perlu memperkuat pengawasan dan perlindungan terhadap pekerja, terutama anak di bawah umur, agar kasus serupa tidak terulang.

Indosat